Pertolongan pertama luka bakar adalah tindakan segera untuk menghentikan paparan panas, mendinginkan luka dengan air mengalir minimal 20 menit, menutup luka dengan kain bersih, dan mencari bantuan medis bila perlu. Tujuan utamanya: menghentikan proses terbakar, mengurangi nyeri, dan mencegah infeksi. Prinsip ini selaras dengan rekomendasi badan kesehatan yang masih berlaku di 2026.
Apa Itu Luka Bakar dan Derajatnya?
Luka bakar adalah kerusakan jaringan kulit (dan kadang jaringan di bawahnya) akibat panas, listrik, bahan kimia, atau radiasi. Penanganan tergantung pada derajat keparahan dan luas area. Klasifikasi derajat 1–3 yang dipakai di bawah ini mengacu pada panduan yang masih standar hingga 2026.
Derajat 1
Kulit merah, nyeri, bengkak ringan. Tanpa lepuh. Contoh: sunburn, tersiram air panas ringan.
Biasanya bisa dirawat di rumah.
Derajat 2
Kulit merah dengan lepuh, nyeri hebat. Lapisan kulit lebih dalam terganggu.
Perlu evaluasi medis jika luas atau di area sensitif.
Derajat 3
Kerusakan seluruh lapisan kulit. Tampak putih, cokelat, atau kering. Sering kurang nyeri (saraf rusak).
Selalu butuh penanganan medis segera.
Langkah Pertolongan Pertama pada Luka Bakar
Ikuti langkah berikut secara berurutan. Prioritas: hentikan paparan, dinginkan luka, lindungi dari infeksi, dan cari bantuan bila perlu.
Hentikan paparan
Jauhkan korban dari sumber api atau bahan panas. Jika pakaian terbakar, gunakan STOP-DROP-ROLL.
Dinginkan luka
Alirkan air suhu ruang (bukan es) ke area luka bakar minimal 20 menit.
Lepas perhiasan longgar
Lepas cincin, gelang, atau pakaian yang menempel longgar sebelum area bengkak.
Tutup luka
Tutup dengan kain bersih kering atau perban steril. Jangan pecahkan lepuh.
Cari bantuan medis
Untuk luka sedang-berat, segera bawa ke rumah sakit atau hubungi 118/119.
Penting: Gunakan air suhu ruang yang mengalir, bukan es atau air es. Es dapat merusak jaringan lebih lanjut dan memperlambat penyembuhan.
Jika Pakaian Terbakar: STOP-DROP-ROLL
Jika pakaian seseorang terbakar, ingat STOP-DROP-ROLL: berhenti berlari (Stop), jatuhkan badan ke lantai (Drop), dan berguling (Roll) untuk memadamkan api. Tutup wajah dengan tangan jika memungkinkan. Jangan biarkan korban berdiri—api akan menjalar ke atas.
- STOP — Berhenti berlari; lari memperbesar nyala api.
- DROP — Jatuh ke lantai dengan hati-hati.
- ROLL — Berguling bolak-balik sampai api padam. Bisa dibantu selimut tahan api atau kain basah.
Yang Tidak Boleh Dilakukan pada Luka Bakar
Rekomendasi resmi hingga 2026 tetap tegas: hindari mitos pertolongan yang justru berbahaya berikut ini.
- Jangan mengoleskan odol, mentega, minyak, atau bahan rumah tangga lain—dapat memerangkap panas dan meningkatkan infeksi.
- Jangan memecahkan lepuh—lepuh melindungi luka; memecahnya meningkatkan risiko infeksi.
- Jangan menggunakan es langsung—risiko frostbite dan kerusakan jaringan.
- Jangan melepas pakaian yang menempel pada luka—biarkan tenaga medis yang menanganinya.
Kapan Harus ke Rumah Sakit?
Segera cari bantuan medis (118/119 atau IGD) jika:
- Luka bakar derajat 2 atau 3.
- Luas luka lebih besar dari telapak tangan korban.
- Luka di wajah, tangan, kaki, persendian, atau area genital.
- Korban anak kecil atau lansia.
- Luka akibat listrik atau bahan kimia.
- Korban menghirup asap atau ada luka di saluran napas.
- Ada tanda infeksi: nanah, demam, nyeri memburuk, kemerahan meluas.
Dalam penanganan trauma dan luka berat, setiap menit berharga. Infografik berikut mengingatkan pentingnya Platinum Minutes (10 menit pertama) dan Golden Hour (60 menit pertama) untuk penilaian cepat, intervensi awal, dan rujuk cepat ke rumah sakit.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa pertolongan pertama pada luka bakar yang benar?
Pertolongan pertama luka bakar yang benar: hentikan sumber api (jika masih menyala), jauhkan korban dari bahaya, dinginkan luka dengan air mengalir suhu ruang selama minimal 20 menit, tutup luka dengan kain bersih atau perban steril (jangan pecahkan lepuh), dan segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk luka sedang-berat. Ini selaras dengan panduan yang dianjurkan badan kesehatan hingga 2026.
Berapa lama luka bakar harus didinginkan?
Luka bakar harus didinginkan dengan air mengalir (bukan es) selama minimal 20 menit. Pendinginan mengurangi kerusakan jaringan, nyeri, dan pembengkakan. Lanjutkan sampai nyeri berkurang atau sampai bantuan medis tiba.
Apakah luka bakar boleh diberi odol atau mentega?
Tidak. Odol, mentega, minyak, atau bahan rumah tangga lain tidak boleh dioleskan pada luka bakar. Bahan tersebut dapat memerangkap panas, meningkatkan risiko infeksi, dan menyulitkan penanganan medis. Cukup dinginkan dengan air mengalir dan tutup dengan kain bersih.
Kapan luka bakar harus dibawa ke rumah sakit?
Bawa ke rumah sakit jika: luka bakar derajat dua atau tiga, area lebih besar dari telapak tangan korban, luka di wajah/tangan/kaki/sendi/genital, korban anak atau lansia, luka akibat bahan kimia/listrik, atau ada tanda infeksi (nanah, demam, nyeri hebat).
Apa perbedaan luka bakar derajat 1, 2, dan 3?
Derajat 1: kulit merah, nyeri, tanpa lepuh (contoh: sunburn). Derajat 2: kulit merah dengan lepuh, nyeri hebat, lapisan kulit lebih dalam terganggu. Derajat 3: kerusakan seluruh lapisan kulit, tampak putih/cokelat/kering, sering tidak terlalu nyeri karena saraf rusak—memerlukan penanganan medis segera.
Kesimpulan
Pertolongan pertama pada luka bakar yang benar: hentikan paparan, dinginkan dengan air mengalir minimal 20 menit, tutup dengan kain bersih, dan cari bantuan medis untuk luka sedang-berat. Hindari odol, mentega, atau es. Prinsip ini tetap dianjurkan di 2026—dengan tindakan yang tepat, Anda dapat mengurangi kerusakan dan mempercepat pemulihan.
Siap Menyelamatkan Nyawa? Ikuti Pelatihan First Aid
Pelatihan First Aid & CPR dari SkilledSavers mengajarkan pertolongan pertama luka bakar, CPR, dan penanganan darurat lainnya sesuai kurikulum terkini. Instruktur berpengalaman, sertifikat resmi. Daftar sekarang untuk Anda atau tim Anda.