First Aid 10 menit baca

Algoritma ACLS Terbaru: Panduan Praktis untuk Henti Jantung

Sederhanakan algoritma ACLS berdasarkan pedoman AHA untuk resusitasi. Dari CPR berkualitas tinggi hingga peran tim dalam Mega Code.

30 Januari 2026 • Tim SkilledSavers

Apakah Anda pernah mendengar teriakan "Code Blue, Code Blue!" di film atau lorong rumah sakit? Itu bukan sekadar kekacauan—melainkan sebuah proses yang sangat terorganisir.

Ini dikenal dengan ACLS (Advanced Cardiac Life Support), sebuah protokol penyelamatan yang dibangun berdasarkan pertolongan pertama yang mungkin sudah Anda kenal. ACLS mewakili tingkat lanjutan dalam upaya untuk menghidupkan kembali jantung.

Panduan ini menyederhanakan algoritma ACLS terbaru, yang bersumber dari pedoman AHA (American Heart Association) untuk resusitasi. Kunci utamanya: setiap detik dan setiap tindakan memiliki alasan. Mari kita ubah gambaran kacau tersebut menjadi pemahaman yang jelas.

Dari CPR Dasar ke CPR Berkualitas Tinggi: Mengapa Setiap Detik dan Sentimeter Itu Penting

Hampir setiap orang pernah mendengar tentang CPR atau Resusitasi Jantung Paru. Tanpa dasar ini, langkah-langkah selanjutnya dalam algoritma menjadi kurang berarti.

Lantas, apa saja komponen dari CPR berkualitas tinggi? Ingat tiga hal: Tekan Keras, Tekan Cepat, dan Biarkan Dada Sepenuhnya Kembali (untuk dewasa).

Salah satu aspek yang paling kritis namun sering terabaikan adalah yang ketiga: memungkinkan dada kembali sepenuhnya setelah setiap tekanan. Dengan CPR berkualitas tinggi yang konsisten, tim medis membangun jembatan menuju kehidupan, membeli waktu untuk menganalisis masalah yang sebenarnya dan menentukan langkah berikutnya.

5–6 cm

Kedalaman kompresi dada

100–120

Kompresi per menit

Full recoil

Dada kembali penuh

Persimpangan Kritis: Apa Perbedaan Antara Irama "Shockable" dan "Non-Shockable"?

Saat CPR berkualitas tinggi terus dilakukan, tim medis akan segera menghubungkan monitor/defibrillator. Di sinilah mereka sampai pada persimpangan paling kritis dalam manajemen henti jantung.

Jalur pertama adalah untuk "irama yang bisa disetrum" (seperti Fibrilasi Ventrikel/FV atau Takikardia Ventrikel Tanpa Denyut/pVT). Pada irama ini, tim harus segera melakukan defibrilasi pada pasien.

Sebaliknya, jalur kedua adalah untuk "irama yang tidak bisa disetrum" (Asistol dan Aktivitas Listrik Tanpa Denyut/PEA). Defibrilasi tidak efektif; fokus pada CPR berkualitas tinggi dan pemberian obat-obatan.

Memahami perbedaan mendasar ini adalah kunci untuk melihat bahwa di balik drama "Code Blue," terdapat proses yang sangat terstruktur di mana setiap tindakan memiliki alasan yang kuat.

Jalur 1: Ketika Jantung 'Korsleting'—Mengelola Irama yang Bisa Disetrum (FV/pVT)

Mengikuti analogi korsleting listrik, tindakan pertama dan utama adalah menekan tombol 'reset'. Ini adalah saat untuk melakukan defibrilasi pada pasien: segera.

Namun, apa yang terjadi dalam detik-detik setelah kejutan diberikan? Ini adalah salah satu poin yang paling kritis dan sering disalahpahami dalam urutan tindakan: jangan langsung cek irama. Lanjutkan kompresi dada (CPR) selama dua menit penuh. Mengapa? Karena jantung yang baru saja "direset" masih terkejut dan lemah.

Siklus ini—Kejutan → 2 Menit CPR → Pemeriksaan Irama—adalah inti dari manajemen henti jantung FV/pVT. Obat seperti Amiodarone dapat diperkenalkan untuk membantu jantung lebih responsif terhadap kejutan. Proses ini berlanjut sampai irama jantung kembali normal atau berubah.

Jalur 2: Ketika Listrik Mati—Mengelola Asistol dan PEA

Apa yang terjadi jika monitor tidak menunjukkan irama yang kacau, tetapi justru garis datar yang mengerikan? Kondisi ini disebut Asistol, dan ini adalah skenario "pemadaman listrik total".

Dalam manajemen asistol dan PEA ini, CPR berkualitas tinggi bukan lagi sekadar langkah sementara, melainkan terapi utama. Tujuannya adalah untuk memompa darah secara manual sambil berharap aktivitas listrik muncul kembali.

Sementara melanjutkan CPR, tim akan memberikan obat-obatan. Obat yang paling umum digunakan adalah Epinefrin, yang dapat memicu aktivitas listrik, sekecil apapun, agar jantung memiliki kesempatan untuk berdetak lagi.

Selain asistol, kondisi lain yang termasuk dalam jalur ini adalah PEA (Aktivitas Listrik Tanpa Denyut)—seperti kabel yang berputar tetapi tidak pernah menyala. Meskipun ada aktivitas listrik, jantung tidak cukup kuat berkontraksi.

Menyatukan Semua: Peran Tim dalam Mega Code

Keberhasilan "Mega Code" sangat bergantung pada kerja tim yang terorganisir, di mana setiap orang memiliki peran yang jelas. Alih-alih semua orang melakukan semuanya, tugas dibagi secara spesifik:

1

Pemimpin

Mengawasi situasi, menganalisis irama, dan memberikan instruksi.

2

Kompressor

Melakukan kompresi dada (selalu bergantian setiap 2 menit untuk menjaga kualitas).

3

Saluran Napas

Fokus pada manajemen saluran napas lanjutan dan memberikan ventilasi.

4

Obat

Menyiapkan dan memberikan obat sesuai instruksi.

5

Pencatat

Mencatat semua tindakan dan waktu, bertindak sebagai "memori" tim.

Dengan struktur ini, tim dapat bekerja efisien dan tenang di bawah tekanan, memaksimalkan peluang bertahan hidup pasien.

Langkah Selanjutnya Setelah Memahami Dasar-Dasar ACLS?

Kekacauan "Code Blue" sekarang tidak terlihat sekacau sebelumnya. Anda telah memahami dua jalur utama: 'mereset' jantung yang mengalami 'korsleting listrik' dan 'memompa secara manual' ketika listrik benar-benar mati.

Pemahaman ini menyoroti perbedaan krusial antara ACLS dan BLS: semua intervensi lanjutan tidak berarti tanpa dasar CPR berkualitas tinggi. Pemahaman ini adalah langkah pertama yang sangat baik menuju keterampilan yang dapat menyelamatkan jiwa.

Ingin Belajar ACLS & BLS Secara Langsung?

Membaca artikel adalah awal yang baik, tapi tidak ada yang menggantikan praktik langsung. Daftar pelatihan BLS atau CPR & AED dari SkilledSavers untuk menguasai dasar-dasar yang mendukung algoritma ACLS.

Lihat Pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Lihat Pelatihan CPR & AED

Hubungi kami untuk jadwal dan booking kelas.

Medical Team
Konsultasi Gratis

Siap Untuk Memulai?

Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis

Respons < 5 Menit
Layanan 24/7
Tanpa Biaya Konsultasi
WhatsApp Hubungi