Setiap tahun, ratusan ribu kasus henti jantung mendadak terjadi di Indonesia. Sebagian besar terjadi di luar rumah sakit — di rumah, tempat kerja, atau tempat umum. Dalam situasi seperti ini, CPR yang dilakukan segera dapat meningkatkan peluang keselamatan korban hingga 2-3 kali lipat.
Kabar baiknya, CPR adalah keterampilan yang bisa dipelajari siapa saja. Anda tidak perlu menjadi tenaga medis untuk menyelamatkan nyawa. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah cara melakukan CPR yang benar.
menit kritis sebelum kerusakan otak
peningkatan peluang selamat dengan CPR
kompresi per menit
Kapan Harus Melakukan CPR?
Lakukan CPR jika korban menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Tidak sadar — tidak merespons saat dipanggil atau ditepuk
- Tidak bernapas normal — tidak ada napas atau hanya terengah-engah (gasping)
- Wajah pucat atau kebiruan — tanda kekurangan oksigen
Penting: Jika ragu apakah harus melakukan CPR, lakukan saja. Lebih baik melakukan CPR pada seseorang yang ternyata tidak membutuhkannya daripada tidak melakukan CPR pada seseorang yang membutuhkannya.
Langkah-Langkah Melakukan CPR
Pastikan Keamanan
Sebelum mendekati korban, pastikan area sekitar aman untuk Anda. Periksa bahaya seperti lalu lintas, api, atau bahan berbahaya. Keselamatan penolong adalah prioritas utama.
Cek Respons Korban
Tepuk bahu korban dengan keras dan tanyakan dengan suara lantang: "Apakah Anda baik-baik saja?" Jika tidak ada respons, korban tidak sadar.
Panggil Bantuan
Segera minta orang sekitar untuk menghubungi 118 atau 119 dan mengambil AED (Automated External Defibrillator) jika tersedia. Jika sendirian, hubungi 118 dengan speaker phone sambil memulai CPR.
Buka Jalan Napas
Baringkan korban di permukaan keras dan rata. Buka jalan napas dengan teknik head tilt-chin lift: letakkan satu tangan di dahi, dorong kepala ke belakang sambil mengangkat dagu dengan tangan lain.
Cek Napas (Maks 10 detik)
Lihat gerakan dada, dengarkan suara napas, rasakan hembusan napas di pipi Anda. Lakukan dalam 10 detik. Jika tidak bernapas normal atau hanya gasping, mulai CPR segera.
Mulai Kompresi Dada
Letakkan tumit tangan di tengah dada (antara kedua puting), tangan lain di atasnya. Dengan lengan lurus, tekan dada sedalam minimal 5 cm dengan kecepatan 100-120 per menit. Biarkan dada kembali penuh setelah setiap kompresi.
Berikan Napas Buatan
Setelah 30 kompresi, berikan 2 napas buatan. Tutup hidung korban, buat segel rapat di mulut, tiup selama 1 detik hingga dada terangkat. Ulangi untuk napas kedua.
Lanjutkan Siklus 30:2
Terus lakukan siklus 30 kompresi : 2 napas tanpa berhenti hingga bantuan medis tiba, AED tersedia, atau korban mulai bernapas normal.
Kunci CPR Berkualitas Tinggi
CPR yang berkualitas tinggi (High-Quality CPR) adalah kunci keberhasilan. Ingat lima komponen penting ini:
Kedalaman: 5-6 cm
Tekan dada minimal 5 cm untuk dewasa. Tidak terlalu dalam, tidak terlalu dangkal.
Kecepatan: 100-120/menit
Ikuti irama lagu "Staying Alive" untuk tempo yang tepat.
Full Recoil
Biarkan dada kembali penuh setelah setiap kompresi. Jangan bersandar di dada.
Minimalisasi Interupsi
Jeda kompresi tidak boleh lebih dari 10 detik. Tetap kompres!
Pertanyaan Umum tentang CPR
Apa itu CPR?
CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi Jantung Paru adalah teknik pertolongan pertama yang dilakukan saat seseorang mengalami henti jantung. CPR terdiri dari kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk menjaga aliran darah dan oksigen ke organ vital.
Kapan harus melakukan CPR?
CPR harus dilakukan jika seseorang tidak sadar, tidak bernapas normal, dan tidak ada denyut nadi. Tanda-tandanya: tidak merespons saat ditepuk/dipanggil, tidak ada napas atau hanya terengah-engah (gasping), dan wajah pucat atau kebiruan.
Berapa kedalaman kompresi dada yang benar?
Untuk dewasa, kedalaman kompresi minimal 5 cm (2 inci) tapi tidak lebih dari 6 cm. Untuk anak 1-pubertas, sekitar 5 cm. Untuk bayi, sekitar 4 cm (1,5 inci) atau sepertiga kedalaman dada.
Berapa kecepatan kompresi CPR?
Kecepatan kompresi CPR adalah 100-120 kompresi per menit. Irama ini mirip dengan lagu "Staying Alive" dari Bee Gees yang memiliki tempo 103 bpm.
Apakah saya bisa dituntut jika melakukan CPR?
Di banyak negara termasuk Indonesia, ada perlindungan hukum bagi penolong yang memberikan pertolongan dengan itikad baik (Good Samaritan Law). Selama Anda bertindak dengan niat membantu dan sesuai kemampuan, Anda dilindungi secara hukum.
Apakah CPR bisa mematahkan tulang rusuk?
Ya, tulang rusuk bisa patah saat CPR, terutama pada orang tua. Namun, jangan berhenti melakukan CPR karena alasan ini. Tulang rusuk patah bisa sembuh, tapi tanpa CPR korban henti jantung akan meninggal.
Ingin Belajar CPR Secara Langsung?
Membaca artikel adalah awal yang baik, tapi tidak ada yang menggantikan praktik langsung. Ikuti pelatihan CPR & AED dari SkilledSavers untuk menguasai teknik ini dengan benar.
Lihat Pelatihan CPR & AED